Saturday, 23 November 2013

Amalan Dan Doa Untuk Memperoleh Kemudahan Ketika Sakratul Maut.

Allah swt berfirman:

Sakratul maut pasti datang. Itulah yang kamu selalu lari darinya. (Qaaf/50: 19)

Sertiap manusia pasti melewati pintu Sakratul maut sebelum ia memasuki alam Barzakh. Sakratul adalah jalan terjal pertama yang harus dilalui oleh setiap manusia. Pada jalan terjal ini, kebanyakan manusia akan menghadapi banyak
siksaan dan penderitaan. Antara lain:

Pertama: Rasa sakit yang maha dahsyat, yang tak ada tandingannya di dunia, saat lisan terkunci, tak mampu mengungkapkan apa yang dialaminya dan dideritanya, saat semua daya dan kekuatan keluar dari jasadnya.

Kedua: Penderitaan karena tangisan keluarga, perpisahan dengan mereka, dan rasa duka yang sangat dalam karena akan berpisah selamanya dengan anak-anaknya.

Ketiga: kesedihan yang sangat dalam karena akan berpisah dengan harta, rumah, dan segala yang dimilikinya.

Padahal dalam memperolehnya ia harus menghabiskan umurnya. Bahkan ia harus melakukan banyak kezaliman dan perampasan hak orang lain, selain itu hak-hak syariat dalam hartanya belum sempat ia keluarkan. Dalam keadaan yang seperti itu ia harus mengakhiri hidupnya, sementara jalan untuk melakukan perbaikan sudah tertutup. Kondisi seperti inilah yang diungkapkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

“Ia mengenang hartanya dan saat mengumpulkannya, bersembunyi dalam mendapatkan dan mengambilnya dari tempat yang terang. Ketidakjelasan status hartanya mengharuskan kelelahan dalam mengumpulkannya. Ia mengamati perpisahan dengan hartanya yang akan ditinggalkan pada keturunannya yang akan menikmatinya, hartanya menjadi kesenangan bagi orang lain dan beban atas dirinya.”(Biharul Anwar 6: 163)

Keempat: Penderitaan karena ia menyaksikan dengan jelas hal-hal yang menakutkan di alam lain, bukan di alam dunia. Saat itulah, saat sakratul maut tiba padangan matanya sangat tajam sehingga ia mampu melihat segala sesuatu yang belum pernah ia disaksikan sebelumnya. Allah swt berfirman:
“Kami singkapkan darimu tirai yang menutupi matamu, sehingga penglihatanmu pada hari itu sangat tajam.” (Qaaf/50: 22).

Saat itulah ia melihat Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa), menyaksikan malaikat datang ke sisinya, malaikat pembawa rahmat dan malaikat pembawa azab. Mereka datang
untuk menyaksikan hukum yang akan ditetapkan padanya dan ketentuan yang harus ia terima.

Kelima: Iblis dan sahabat-sahabatnya berkumpul di dekatnya untuk menjerumuskannya ke dalam keraguan. Mereka berusaha keras untuk mencabut keimanannya agar ia keluar dari dunia tanpa keimanan.

Keenam: ketakutan yang luar biasa akan kehadiran malaikat maut; dalam wujud apa dan bagaimana malaikat itu datang padanya, dan bagaimana cara ia mencabut ruhnya.
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:

“Saat sakratul maut tiba berhimpunlah padanya segala hal yang menyakitkan, sehingga tak dapat disifati dengan apa yang akan terjadi padanya.” (Biharul Anwar 73: 109)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) mengadukan rasa sakit matanya kepada Rasulullah saw. Ketika ia berteriak, Rasulullah saw menengoknya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: mengapa mengaduh, karena rasa sakit? Imam Ali (sa) berkata: “Ya Rasulallah, tidak pernah aku merasakan sakit yang lebih darinya. Rasulullah saw bersabda: Wahai Ali, ketika malaikat maut datang untuk mencabut ruh orang kafir, ia datang dengan membawa alat pemanggang dari neraka, kemudian mencabut ruhnya, ia menjerit kesakitan seperti siksaan neraka jahannam. Kemudian Imam Ali (sa) duduk dan berkata: Ya Rasulallah, merenungi sabdamu melupakan aku pada rasa sakitku. Lalu Imam Ali (sa) berkata: Apakah hal itu akan menimpa juga kepada sebagian ummatmu? Rasulullah saw menjawab: Ya, hakim yang tidak adil, orang yang makan harta anak yatim dengan zalim, dan saksi yang berdusta.” (Biharul Anwar 6: 170)

Amalan untuk memperoleh kemudahan sakratul maut
 

Pertama: Silaturrahim
Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Barangsiapa yang ingin dimudahkan sakratul mautnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim kepada keluarganya, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Jika ia melakukan hal itu, Allah akan memudahkan sakratul mautnya, dan dalam hidupnya ia tidak ditimpa kefakiran selamanya.” (Amali Ash-Shaduq: 318)

Kedua: Berbakti kepada orang tua
Dalam suatu riwayat dikatakan: Pada suatu hari Rasulullah saw mendatangi seorang pemuda saat menjelang kematiannya. Beliau mengajarkan kepadanya kalimat Lailaha illallah. Tetapi pemuda itu lisannya terkunci.
Rasulullah saw bertanya kepada seorang ibu yang ada di dekat kepalanya: Apakah pemuda ini punya ibu?

Ia menjawab: Ya, saya ibunya.

Rasulullah saw bertanya: Apakah kamu murka kepadanya?

Ibunya menjawab: Ya, saya tidak berbicara dengannya selama 6 haji (6 tahun).

Rasulullah saw bersabda: Ridhai dia!

Ibunya menjawab: Saya ridha kepadanya karena ridhamu kepadanya.

Kemudian Rasulullah saw mengajarkan kembali kepadanya kalimat: Lailaha illallah.

Pemuda itu sekarang dapat mengucapkan kalimat Lailaha illallah.

Rasulullah bertanya kepadanya: Apa yang kamu lihat tadi?

Pemuda menjawab: Aku melihat seorang laki-laki yang berwajah hitam, pandangannya jahat, pakaiannya kotor, baunya busuk; ia mendekat kepadaku, dan marah pada.

Rasulullah saw menyuruhnya mengucapkan:
Wahai Yang Menerima amal yang sedikit dan Mengampuni dosa yang banyak, terimalah amalku yang sedikit, dan ampuni dosaku yang banyak, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Lalu ia mengucapkannya.

Rasulullah saw bertanya lagi: Lihatlah sekarang apa yang kamu lihat?
Pemuda menjawab: Aku melihat seorang laki-laki yang wajahnya putih dan indah, harum baunya, bagus pakaiannya; ia mendekat padaku, dan aku melihat orang yang berwajah hitam itu menjauh dariku.

Rasulullah saw bersabda: Perhatikan lagi, ia pun memperhatikan. Kemudian beliau bertanya: Apa yang kamu lihat sekarang.

Pemuda menjawab: Aku tidak melihat lagi orang yang berwajah hitam itu, yang aku melihat hanya orang yang wajahnya putih, dan cahaya meliputi keadaan ini. (Al-Mustadrak 2:129)
Wahai saudara-saudaraku, renungi baik-baik kejadian ini, dan perhatikan betapa banyak akibat buruk durhaka kepada orang tua. Bukankah pemuda itu adalah salah seorang dari sahabat Nabi saw, beliau menjenguknya, duduk di dekat kepalanya, dan beliau sendiri yang mengajarkan kalimat tauhid kepadanya. Tapi ia tidak mampu mengucapkannya kecuali setelah ibunya memaafkan dan meridhainya.

Ketiga: Memberi pakaian kepada orang mukmin
Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Barangsiapa yang memberi pakaian kepada saudaranya di musim dingin atau di musim panas, maka Allah berhak memberinya pakaian dari surga, memudahkan sakratul mautnya, dan meluaskan kuburnya.” (Biharul Anwar 74: 380.)

Keempat: Memberi makanan kepada orang mukmin
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang memberi makan pada saudaranya sepotong kue manis, Allah akan menghilangkan darinya pahitnya kematian.” (Biharul Anwar 66: 288)
Di antara amalan praktis dalam bentuk bacaan yang bermanfaat untuk kemudahan dan kebahagiaan saat sakratul maut adalah membaca surat Yasin, Ash-Shaffat 8), dan doa Farj (doa kebahagian) di dekat orang yang sedang sakratul maut. (Al-Kafi 3: 124)

Kelima: Puasa di bulan Rajab

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang berpuasa satu hari di akhir bulan Rajab, ia akan mendapat keamanan dari penderitaan sakratul maut, dan keamanan dari segala yang menakutkan dan dari siksa kubur.” (Fadhail al-asyhur al-tsalatsah: 18)
Ketahuilah bahwa berpuasa 24 hari di bulan Rajab memiliki pahala yang sangat besar:
“Barangsiapa yang berpuasa dua puluh empat hari di bulan Rajab, maka saat sakratul maut malaikat maut akan datang kepadanya dengan wajah seorang pemuda yang memakai selendang sutera berwarna hijau, menaiki kuda dari surga; tangannya membawa sutera hijau dan misik yang baunya sangat harum, tangan membawa gelas yang besar berisi minuman dari surga, kemudian ia meminumkan kepadanya saat ruhnya akan keluar darinya, sehingga ia mudah dalam sakratul mautnya. Kemudian ruhnya di letakkan pada kain sutera itu sehingga keluarlah bau harum dan tercium oleh penghuni tujuh langit; ketika sampai di kuburnya ia dalam keadaan puas tidak dahaga sampai ia kembali ke telaga Nabi saw.” (Amali Ash-Shaduq: 432)

Keenam: Melakukan shalat sunnah di bulan Rajab

Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah empat rakaat pada malam ketujuh bulan Rajab, setelah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (3 kali), Al-Falaq dan An-Nas, kemudian setelah salam membaca shalawat (10 kali), dan Subhanallah walhamdulillah wa lailaha illallah wallahu akbar (10 kali), maka Allah akan menaunginya dengan naungan arasy-Nya, memberinya pahala seperti pahala orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, para malaikat memohonkan ampunan baginya sampai ia selesai melakukan shalat itu, Allah memudahkan baginya pencabutan ruhnya, menyelamatkannya dari siksa kubur, ia tidak akan meninggalkan dunia kecuali ia melihat tempatnya di surga, dan Allah memberi keamanan baginya dari pada hari kiamat.” (Iqbalul a`mal: 651-652)

Ketujuh: Membaca surat Al-Zalzalah
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Janganlah kamu bosan membaca surat Al-Zalzalah, karena orang yang membacanya dalam shalat-shalat sunnah nafilahnya Allah tidak akan menimpakan goncangan kepadanya selamanya, dan ia tidak akan meninggal dalam keadaan ketakutan, tidak disambar petir, dan tidak akan ditimpa penyakit-penyakit dunia hingga ia meninggali. Dan ketika menjelang kematiannya malaikat yang mulia akan datang kepadanya dari sisi Tuhannya dan duduk di dekat kepalanya, seraya Tuhannya berfirman: Wahai malaikat maut, lembutkan sikapmu terhadap kekasih Allah, karena ia banyak berzikir kepada-Ku.” (Biharul Anwar 82: 64)
Doa Untuk Memperoleh kemudahan Sakratul maut

Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang membaca doa berikut (10 kali) setiap hari, Allah swt akan mengampuni baginya empat puluh ribu dosa besar, menjaganya dari keburukan kematian, siksa kubur, hari kiamat dan hari hisab, dan segala hal yang menakutkan; yakni Allah memudahkan seratus hal yang menakutkan saat kematian, Allah menjaganya dari kejahatan iblis dan pasukannya, menunaikan hutangnya, menghilangkan dukanya, dan membahagiakan deritanya. Yaitu:
Aku persiapkan untuk
Setiap yang menakutkan Laiha illallah,
Setiap duka dan derita masya Allah,
Setiap nikmat Alhamdulillah,
Setiap kebahagiaan Asy-Syukru lillah,
Setiap yang menakjubkan Subhanallah,
Setiap dosa Astaghfirullah,
Setiap musibah Innalillahi wa inna ilayhi raji’un,
Setiap kesulitan Hasbiyallah,
Setiap ketetapan dan takdir Tawakkaltu ‘alallah,
Setiap musuh A’shamtu billah,
Setiap ketaatan dan kemaksiatan La hawala wala quwwata illa billahil aliyyil ‘azhim.
(Biharul Anwar 87: 5)

Juga perlu diketahui bahwa doa berikut ini memiliki keutamaan yang besar jika dibaca 70 kali. Di antara keutamaannya adalah memberikan kebahagiaan saat sakratul maut:
Wahai Yang Maha Mendengar dari semua yang mendengar, wahai Yang Maha Melihat dari semua yang melihat, wahai Yang Maha Cepat perhitungan-Nya dari semua yang menghitung, wahai Yang Maha Menghakimi dari semua yang menghakimi. 14)

Tulisan ini disarikan dari kitab “Manazilul Akhirah” karya Syeikh Abbas Al-Qumi penulis kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga.

Sakratul maut adalah saat yang paling genting dan bahaya, saat yang sangat menentukan bagi calon mayyit apakah ia mampu mempertahankan keimanannya dari godaan dan bisikan iblis dan pasukannya yang selalu berusaha mengeluarkan keimanan darinya.
Saat sakratul maut tiba tidak jarang manusia tergoda dan tergelincir akibat bisikan iblis dan pasukannya. Iblis akan selalu menggoda dan membisikkan keraguan agar keimanan tergoyahkan dan keluar darinya. Tapi semua itu bergantung pada amal dan berbuatannya semasa hidupnya.
Kita tidak tahu, kapan ajal akan menjemput kita? Karena itu kita dianjurkan untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Pengasih, menitipkan diri kita kepada-Nya dan memohon kepada-Nya agar Allah menolak setan saat Sakratul maut tiba, sehingga kita benar-benar diselamatkan dari kecenderungan pada kebatilan dan kekufuran saat maut menjemput kita.

Di antara doa perlindungan adalah doa Al-‘Adilah, doa yang bersumber dari Ahlul bait Nabi saw. Kita dianjurkan banyak membaca doa ini, dan berusaha menghadirkan maknanya ke dalam jiwa kita. Doa ini sangat bermanfaat untuk perlindungan diri kita dari bahaya kecenderungan pada kebatilan dan kekufuran saat sakratul maut tiba.

Amalan dan doa yang bermanfaat
Agar keimanan kokoh dan keyakinan tidak tergoyahkan oleh iblis dan pasukannya, Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) telah mengajarkan kepada kita amalan dan doa, antara lain:
Pertama: Menjaga waktu-waktu shalat
Dalam suatu hadis disebutkan bahwa Malaikat maut berkata: “Tidak ada penghuni suatu rumah di barat atau di timur, di dusun atau di kota, kecuali aku berjabatan tangan dengan mereka lima kali setiap hari.”

Rasulullah saw bersabda: “Malaikat maut berjabatan tangan dengan mereka pada waktu-waktu shalat; orang yang menjaga waktu-waktu shalatnya, malaikat maut mengajarkan kepadanya kalimat syahadat Lailaha illallah wa Muhammadur rasulullah, dan ia menjauhkannya dari Iblis.” (Al-Wasail 3: 79)

Kedua: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) pernah menulis surat kepada sebagian manusia: “Jika kamu ingin memperoleh amal yang baik di penghujung umurmu sampai ruhmu dicabut dan kamu berada dalam amal yang paling utama, hak yang agung hanya milik Allah swt, maka hendaknya kamu tidak menggunakan nikmat-nikmat Allah dalam kemaksiatan pada-Nya, tidak ghurur (bangga diri) terhadap kesantunan-Nya padamu, muliakan setiap orang yang kamu jumpai yang menghubungkan kepada kami atau yang menganjurkan kecintaan kepada kami, kemudian bersikaplah jujur dan tidak berdusta.” (Biharul Anwar 73: 351)

Ketiga: Syeikh Abbas Al-Qumi mengatakan: Di antara hal yang bermanfaat untuk memperoleh husnul khatimah, dan keselamatan dari hal-hal yang mencelakakan dan memperoleh kebahagiaan, adalah membaca doa yang ke 11 dalam Shahifah Sajjadiyah.

Keempat: Melakukan shalat sunnah pada hari Ahad bulan Dzul Qaidah

Kelima: Mendawamkan zikir berikut:
Ya Tuhan kami, jangan jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Kau tunjuki kami. Karuniakan kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi karunia. (Ali-Imran: 8).

Keenam: Mendawamkan Tasbih Az-Zahra’

Ketujuh: Membaca surat Qad aflahal mu’minun (surat Al-Mukminun) setiap Jum’at.

Kedelapan: Membaca zikir berikut (7 kali) setiap sesudah shalat Subuh dan Maghrib:
Bismillâhir Rahmânir Rahîm, wa lâ hawla walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘azhîm.

Kesembilan: Melakukan shalat sunnah empat rakaat pada malam yang kedua belas bulan Rajab; setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat Al-Kafirun (7 kali), dan sesudah shalat membaca shalawat (10 kali) dan istighfar (10 kali).

Kesepuluh: Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah empat rakaat pada malam yang keenam bulan Sya’ban, setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (50 kali), Allah akan mencabut ruhnya dalam keadaan bahagia, meluaskan kuburnya, dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan wajahnya seperti bulan sambil membaca: Asyhadu an Lâilaha illallâh wa anna Muhammadan `abduhu wa rasûluhu.” (qbal al-A`mal: 690-691)

Kesebelas: Banyak membaca doa perlindungan, antara lain:
Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kecenderungan pada kebatilan saat kematian, dari keburukan tempat kembali di alam kubur, dan dari penyesalan pada hari kiamat (Biharul Anwar 98: 383)

Kedua belas: Membaca doa keselamatan dari pertanyaan Malaikat munkar dan Nakir:
Ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih wahai Yang Maha Penyayang aku titipkan pengakuan ini, pengakuan tentang-Mu, tentang Nabi-Mu dan para Imam; dan Engkau adalah sebaik-baik tempat penitipan, maka kembalikan pengakuan ini padaku di kuburku saat menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir. ( Ma`alim al-zulfa: 71)


Tulisan ini disarikan dari kitab “Manazilul Akhirah” karya Syeikh Abbas Al-Qumi penulis kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga.


SUMBER

Doa dan Zikir Penghapus Dosa.

Berikut ini adalah beberapa tuntunan Rasulullaah saw. tentang amal-amal yang akan menghapuskan dosa-dosa kita.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, r.a. bahwa Nabi saw. bersabda:

“Barangsiapa mengucapkan ‘ Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syaarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiirseratus kali akan memperoleh ganjaran sebagaimana membebaskan sepuluh budak, dan seratus kebaikan akan dicatatkan atasnya, dan seratus dosa akan dihapuskan dari catatan amalnya, dan ucapan tadi akan menjadi perisai baginya dari Syaithan pada hari itu hingga malam hari, dan tak ada seorangpun yang bisa mengalahkan amal kebaikannya kecuali orang yang melakukan amal yang lebih baik darinya.” [Shahih Bukhari]

“Barangsiapa yang membaca Subhanallah sehabis tiap bershalat -wajib- sebanyak tiga puluh tiga kali dan membaca Alhamdudillah sebanyak tiga puluh tiga kali dan pula membaca Allahu Akbar sebanyak tiga puluh tiga kali dan untuk menyempurnakan keseratusnya ia membaca: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir, maka diampunkanlah untuknya semua kesalahan-kesalahannya, sekalipun banyaknya itu seperti buih lautan.” [Shahih Muslim]

“Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallah wa bihamdih -Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya-, dalam sehari sebanyak seratus kali, maka dihapuskanlah dari dirinya semua kesalahan-kesalahannya (dosa-dosa kecil), sekalipun kesalahan-kesalahannya itu banyaknya seperti buih lautan.” [Muttafaq 'alaih]

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ’anhu ia berkata: “Jika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam hendak bangun dari suatu majlis beliau membaca:  

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Engkau aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu)”. Seorang sahabat berkata: “Ya Rasulullah, engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca?” Beliau menjawab: “Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis.” [RIwayat Abu Dawud]


SUMBER

Amalan dan Doa Agar Dapat Menemani Rasulullah di Syurga.

1. Ittiba’ kepada sunnah beliau dan mentaati Allah dan Rasul-Nya
“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu, para nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An Nisa’ 69)

2. Mencintai Nabi
Bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah tentang hari kiamat dan berkata ; “Kapankah hari kiamat tiba?”
Beliau menjawab, “Apa yang engkau persiapkan untuk menghadapinya ?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan saya mencintai Allah dan Rasul-Nya.”
Maka Rasulullah bersabda, “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”
Anas bin Malik berkata, “Kami tidak pernah merasa gembira seperti kegembiraan kami dengan ucapan Rasulullah, “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai (di akhirat kelak).” sungguh saya mencintai Nabi shallallahu’alaihi wasallam, Abu Bakar dan Umar dan berharap agar saya bisa bersama mereka (di akhirat kelak) disebabkan cintaku terhadap mereka, walaupun saya tidak beramal seperti amalan mareka.” (HR Bukhari)

3. Memperbanyak Shalat
Rabi’ah bin Ka’ab Al Aslami radhiyallahu’anhu berkata: Saya bermalam bersama Rasulullah, lalu saya mendatangi beliau dengan membawakan air wudhu dan keperluannya. Beliau lalu bersabda kepadaku, “Mintalah sesuatu kepadaku.”
Saya berkata, “Saya meminta agar saya bisa bersamamu di surga.”
Beliau menjawab, “Adakah permintaan selain itu.”
Saya berkata, “Hanya itu.”
Beliau lalu bersabda, “Maka bantulah aku atas dirimu (untuk memohon kepada Allah agar memenuhi permintaanmu) dengan memperbanyak sujud (shalat).” (HR. Muslim)

4. Berakhlak Yang Mulia
“Sesungguhnya orang yang paling saya cintai dan paling dekat majelisnya denganku di antara kalian hari kiamat kelak (di surga) adalah yang paling baik akhlaknya…..” (HR. Tirmidzi dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

5. Memperbanyak Shalawat Terhadap Rasulullah
“Manusia yang paling utama (dekat) denganku hari kiamat kelak adalah yang paling banyak bershalawat atasku.” (HR Tirmidzi, dan disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod)

6. Memelihara, Menyantuni Dan Membantu Kebutuhan Hidup Anak Yatim
“Saya dan pemelihara anak yatim di surga kelak seperti ini” seraya beliau mengisyaratkan jari tengah dan telunjuknya lalu merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari)

7. Mendidik Anak-Anak Wanita Agar Menjadi Mukminah Yang Shalihah
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memelihara (mendidik) dua wanita sampai mereka dewasa, maka saya akan masuk surga bersamanya di surga kelak seperti ini.”
Beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya.” (HR. Muslim)

8. Memperbanyak Do’a Berikut,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لَا يَرْتَدُّ، وَنَعِيمًا لَا يَنْفَدُ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ
“Ya Allah saya meminta kepada-Mu keimanan yang tidak akan berubah dengan kemurtadan, kenikmatan yang tiada putus, dan (aku memohon kepada-Mu) agar menjadi pendamping Muhammad shallallahu’alaihi wasallam di derajat tertinggi dari surga yang kekal.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)
Wallahu a’lam.


Disadur dan diterjemahkan dari, مرافقة رسول الله صلى الله عليه وسلم في الجنة oleh DR. Mahran Mahir Utsman oleh Ustadz Fuad Al Hazimi.

SUMBER

Sunday, 17 November 2013

Amalan Doa Mencegah Mati Pucuk Atau Lemah Tenaga Batin.

Lemah Tenaga Batin Atau Mati Pucuk

Lemah tenaga batin atau juga dikenali sebagai mati pucuk merujuk kepada ciri-ciri kegagalan alat kelamin lelaki untuk menegang atau mengekalkan ketegangan sehingga mencapai kepuasan seks.

Ia juga dikenali dengan nama disfungsi erektil (ED) atau “impotens” dalam istilah perubatan.

Lemah tenaga batin, berkait rapat dengan tanggapan budaya kepada kesuburan, kejayaan, dan kelakian, mampu menyebabkan kesan psikologi teruk termasuk perasaan malu, perasaan hilang harga diri atau rendah diri, seringkali ia tidak perlu kerana dalam kebanyakan kes ia boleh diatasi.

Terdapat budaya menyepi yang kuat dan tidak mampu berbincang mengenai masaalah ini. Fakta sebenar adalah sekitar 1 dari 10 lelaki akan mengalami masaalah lemah tenaga batin berulang pada satu ketika dalam hidup mereka.

Cara Mengelakkan Terjadinya Lemah Tenaga Batin
Dr Berger dan Deborah dalam bukunya BioPotency telah membuat beberapa saranan mengenai cara mengelakkan terjadinya lemah tenaga batin, antaranya:

1- Kurangkan memakan daging berlemak, telur, susu, ais krim, mentega dan keju.
2- Kurangkan menggoreng makanan, lebih elok ianya dipanggang atau direbus.
3- Lebihkan memakan ikan.
4- Kurangkan memakan makanan yang masin atau makanan yang diproses.
5- Makanlah banyak makanan yang segar, buah-buahan, sayur-sayuran serta bijiran segar.
6- Bersenamlah selalu selama 20 atau 30 minit sekurangnye 3 kali seminggu.

Menjaga Kesihatan Diri Adalah Tuntutan Agama
Islam adalah agama yang merangkumi semua aspek kehidupan. Ini termasuk penjagaan dari sudut kesihatan, di mana Islam amat menitikberatkan kesejahteraan tubuh badan sebagaimana Islam menjaga jiwa dan akal

Justeru itu, kita amat dituntut supaya menjaga kesihatan kerana “sihat” merupakan anugerah berharga dari Allah swt. Rasulullah s.a.w bersabda:
“Sesungguhnya kamu mempunyai tanggungjawab untuk menunaikan hak terhadap tubuh badan kamu” (HR Bukhari)

Sabda Rasulullah s.a.w lagi:
“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan disukai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah” (HR Muslim)

Islam juga meletakkan kesihatan dan kesejahteraan di tempat yang pertama selepas keyakinan (keimanan). Ini berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w:
“Mintalah kepada Allah kesihatan dan kesejahteraan kerana sesungguhnya tidak ada perkara yang lebih baik dari kesihatan selepas keyakinan (iman)” (HR Ibnu Majah)

Kita juga diajarkan oleh Islam untuk menjaga kesihatan dengan cara pencegahan sebelum ditimpa sebarang penyakit, seperti pepatah Inggeris “Prevention is better than cure” atau “Mencegah itu lebih baik daripada berubat”.

Tetapi, perlu juga diingatkan, di samping kita menjaga anugerah kesihatan yang diberikanNya kadangkala kita diuji dengan sedikit kesakitan. Rasulullah s.a.w telah mewasiatkan kepada pesakit-pesakit supaya mereka berubat. Sabda Baginda s.a.w :
“Allah tidak menurunkan suatu penyakit itu kecuali diturunkan bersamanya ubat”. (HR Bukhari)

Di antara perkara yg menunjukkan Islam menggalakkan penganutnya menjaga kesihatan adalah Rasulullah s.a.w. telah menyenaraikan beberapa jenis ubat yang boleh digunakan seperti madu, tumbuhan herba, berbekam, jampi syari’ (amalan doa’, ayat Al-Quran dan Hadis), dan lain-lain lagi yang tidak bercanggah dengan Islam.

Perubatan perlu dirujuk kepada mereka yang pakar dalam bidang ini, berdasarkan hadithnya:
“Jika sesuatu urusan itu berkait dengan hal-hal keduniaan maka kamulah yang mengaturnya dan jika ianya berkait dengan hal-hal keagamaan maka rujuklah kepadaku”. (HR Ahmad dan Muslim)


Rujukan : Ustazah Azhani Abu Basri. Dipetik dari: At-tobib, Adabuhu wa Fiqhhuhu oleh Dr. Zuhair Siba’i dan Dr.Muhammad ‘Ali Bar.

Amalan Dan Doa Nabi Zakaria Untuk Dapat Zuriat

Setiap kali Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati ada makanan di sisinya. Zakaria bertanya; “Wahai Maryam dari mana kamu dapat makanan ini?” Maryam menjawab; ”Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab”

Demikian kuasa Allah yang ditunjukkan kepada Maryam. Nabi Zakaria sendiri tidak mempunyai anak, kerana isterinya mandul. Namun, sampai usianya 100 tahun, masih berhajat mendapatkan anak, lalu beliau memanjatkan pengharapan kepada Allah.

Diceritakan dalam al-Quran: Ia berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau wahai Tuhanku. Sesungguhnya aku khuatir terhadap orang yang akan menggantikan sepeninggalanku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul. Kerana itu anugerahkanlah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Yaakub dan jadikanlah ia wahai Tuhanku, seorang yang diredhai.”

Doa Nabi Zakaria diterima Allah dan beliau dijanjikan dengan kelahiran seorang anak, bernama Yahya, melalui isterinya yang sudah tua itu. Mengetahui berita itu, Zakaria bertanya kepada Allah: “Wahai Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua.”

Allah berfirman kepadanya: “Hal itu adalah mudah bagiKu dan sesungguhnya Aku telah jadikan kamu sebelum itu, padahal kamu di waktu itu belum ada sama sekali.”

Kemudian Nabi Zakaria berkata: “Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” Allah berfirman: “Tanda bagimu ialah kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sihat.”

Selepas itu, Nabi Zakaria tidak berkata lagi. Selama tiga hari tiga malam jika ke tempat ibadah beliau menggunakan isyarat supaya kaumnya bertasbih, sama ada pagi dan petang, sehingga didatangkan Allah malaikat kepadanya bagi memberitahu berita gembira itu.

Firman Allah bermaksud: “Kemudian malaikat Jibril memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri bersembahyang di mihrab itu, seraya berkata; sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang puteramu Yahya, yang membenarkan kalimat yang datangnya dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri daripada pengaruh hawa nafsu dan seorang nabi daripada keturunan orang-orang soleh.

Doa Nabi Zakaria. a.s.
doa dapat zuriat
Surah Ai Imran 3:38
Ketika itu Nabi Zakariya berdoa kepada Tuhannya, katanya: “Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku dari sisiMu zuriat keturunan yang baik sesungguhnya Engkau sentiasa Mendengar (menerima) doa permohonan.

“Ya Tuhanku, berilah Aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.
Imam al Samarqandi meriwayatkan bahawa Nabi Zakaria pernah merasakan baginda tidak akan mendapat zuriat
sehinggalah baginda melihat anugerah Allah swt memberikan Mariam a.s buah-buahan pada bukan musimnya.

Maka baginda meyakini bahawa Allah swt berkuasa mengurniakan baginya anak. Tambahan pula baginda memegang amanah menjaga kunci rumah Qurban yang diwarisi turun temurun. Keturunan dalam ayat ini bermaksud anak yang sihat sejahtera dan berakhlak. (Ini kami petik dari buku 101 Doa Para Nabi & Rasul Dalam Al-Quran – Khasiat & Kaifiat Beramal oleh Ustaz Haji Zahazan Mohamed)
doa mudah hamil
Surah Al-Anbiya:21:89
“Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan Aku hidup seorang diri[tidak mempunyai keturunan yang mewarisi dan Engkaulah waris yang paling Baik”

Ini juga doa Nabi Zakaria. Menurut kitab A’maal e Qur’aani karangan Maulana Ashraf Ali Thanwi Rah, ayat di atas dibaca 3X selepas solat 5 waktu untuk dikurniakan anak yang soleh.

SUMBER

Author: Abu Jarir Ummu Aisyah

Amalan Dan Doa Paling Mustajab.


Waktu-waktu Mustajab Doa

01.Satu pertiga malam
Iaitu di antara jam 3.30 pagi atau jam 4 pagi sehingga ke sebelum Subuh. Ini kerana, di dalam hadis Imam Muslim, Nabi s.a.w. bersabda, maksudnya:
Allah SWT turun dari Arasy-Nya ke langit yang pertama, (iaitu langit dunia) di sepertiga malam, seraya bersabda kepada para malaikat yang menjaga langit pertama, “Adakah di antara hamba-Ku yang berdoa? Aku akan perkenankan. Adakah di antara hamba-Ku yang memohon keampunan? Nescaya akan aku ampunkan dosanya”. 
Maka sepertiga malam, atau solat tahajud merupakan waktu yang sangat afdhal untuk kita berdoa kepada Allah SWT.

02.Sewaktu hujan turun
Ketika ini, pintu rezeki dari langit sedang terbuka luas.

03.Waktu di antara dua khutbah khatib pada solat Jumaat
Sepertimana yang telah kita sedia amalkan di mana antara dua khutbah, imam akan membacakan doa dan selawat. Namun adalah lebih afdhal andai di sini kita berdoa secara individu, sebagaimana yang penulis lihat telah mula diamalkan di sesetengah masjid di kawasan Selangor. Ini kerana setiap jemaah yang datang mempunyai hajat, keperluan dan doa yang berlainan di antara satu sama lain.

04.Sewaktu membacakan syahadah akhir setiap kali waktu solat
 Oleh itu nabi Muhammad s.a.w. telah mengajarkan kita doa yang khusus untuk dibacakan di sini, yang akan penulis garapkan di bawah.

05. Tempoh masa dari azan hingga iqamat, dan juga sewaktu bilal telah iqamat untuk solat, dan sewaktu masuk ke dalam saf.

06. Setiap sujud di dalam setiap waktu solat
Nabi Muhammad s.a.w. menyuruh kita memanjangkan sujud kita andai kita mempunyai sebarang doa, dan baginda tidak pernah mengkhususkan sujud mana yang perlu dipanjangkan sama ada sujud di rakaat pertama, kedua, ketiga, atau keempat. Maka, kita boleh memanjangkan mana-mana sujud untuk meluangkan masa berdoa kepada Allah SWT.
Adapun jikalau doa yang ingin dibacakan semasa sujud ini adalah di dalam bahasa selain bahasa Arab, maka hendaklah dibacakan di dalam hati, kerana selain bahasa Arab akan membatalkan solat. Itu merupakan kata-kata para ulama’ fekah termasuk As-Syafi’e rahimahullah.

07.Waktu dhuha
 Waktu Dhuha ialah waktu setelah berakhirnya masa tahrim (waktu yang diharamkan solat, dari selepas solat subuh sehingga waktu:
1) Menurut Nabi Muhammad s.a.w., bangunnya anak unta dari tidurnya atau
2) kKta orang-orang tua kita, tinggi matahari sudah mencapai dua galah iaitu lebih kurang sejam sebelum masuknya solat Zohor.
Malahan di antara fadhilat solat Dhuha ialah memurahkan rezeki. InsyaAllah…

Amalan-amalan Yang Memustajabkan Doa

01.Memperbanyakkan amalan-amalan yang sunat setelah kita sudah mencukupkan amalan-amalan yang wajib.

02.Memanjangkan sujud di dalam solat, dan berdoa di dalamnya sebagaimana yang penulis jelaskan di atas.

03.‘Menebus’ kembali amal baik yang telah kita lakukan.

Seperti yang kita dapati di dalam surah Ali-Imran, yang merupakan bacaan yang baik untuk solat Tahajjud, iaitu,
“Wahai Tuhan kami! Sebenarnya sesiapa yang Engkau masukkan ke dalam Neraka maka sesungguhnya Engkau telah menghinakannya, dan orang-orang yang zalim tidak akan beroleh seorang penolong pun; Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah mendengar seorang Penyeru (Rasul) yang menyeru kepada Iman, katanya: ` Berimanlah kamu kepada Tuhan kamu ‘, maka kami pun beriman. Wahai Tuhan kami, ampunkanlah dosa-dosa kami, dan hapuskanlah daripada kami kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang berbakti; Wahai Tuhan kami! Berikanlah kepada kami pahala yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat; sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji.” [Ali-Imran 3:192-194]
Kita lihat di sini sebagai dalil, bahawa boleh bagi kita setelah beramal baik, untuk kita menebus kembali (claim) daripada Allah S.W.T agar memustajabkan doa kita. Hal ini juga telah penulis bawakan di dalam kisah tiga orang sahabat yang terperangkap di dalam gua.

04.Menghulurkan pertolongan.
Menolong orang lain, terutamanya mereka yang dekat dengan kita seperti kaum keluarga dan sahabat handai. Ini kerana sabda nabi S.A.W, “Andai kamu menolong saudara kamu, Allah akan permudahkan bagi kamu urusan kamu”.

05.Sabar.
Sabar dalam menghadapi ujian Allah S.W.T. Doa orang yang bersabar sangat didengari Allah S.W.T.

Doa-doa Yang Mustajab

01.Ingin penulis kongsikan di sini beberapa doa yang sangat mustajab untuk dibacakan ketika memohon pertolongan Allah S.W.T. Salah satu daripadanya:

Allahumma inni as aluka anniy asyhaduka annaka antaAllah, laa ilaa ha illa anta, al-waahidus somadul lazi lam yalid walam yuulad, walam yakun lahu kufuan ahad“, yang bererti:

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, dengan bahawasanya aku menyaksikan bahawa Engkaulah Allah, tiada Tuhan yang selayaknya disembah melainkan Engkau, Engkau Maha Esa, tempat meminta, Engkau tidak beranak dan Engkau tidak dilahirkan, dan tiada bagi-Mu tandingan dari sesuatu apapun.”

Doa ini merupakan doa seorang sahabat yang didengari Rasulullah s.a.w. lalu baginda bersabda, “Engkau telah berdoa kepada Allah SWT dengan tauhid-Nya, yang mana jika engkau berdoa dengannya nescaya pasti akan Dia kabulkan.” (Hadis Hasan riwayat Imam Ahmad)

02.Doa Nabi Musa A.S sebagaimana yang direkodkan di dalam al-Quran :
“Rabbi syrah li sodri, wa yassirli amri, wahlul ‘uq datan min lisaniy, yafqahu qauliy”, bermakna:
“Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, permudahkanlah urusanku, dan bukalah simpulan dari lidahku, agar mereka memahami perkataanku.”

03.Membaca nama-nama Allah S.W.T, yang berkaitan dengan doa kita.
Sebagai contoh, ar-Raazik (Maha Pemberi Rezeki) jika memohon rezeki, al-Ghafuur (Maha Pengampun) jika memohon taubat, ar-Rahiim (Yang Maha Pengasih) jika memohon belas kasihan, al-Jabbar (Yang Maha Kuat) jika memohon pembelaan dan juga lain-lain.

Bahkan afdhal juga jika dibacakan kesemua 99 nama Allah, dan berdoa setelah membacanya. Ini kerana sabda nabi S.A.W, “Nama-nama Allah seratus kurang satu, sesiapa yang menghitungnya (menghayati dan mengamalkan) akan masuk Syurga”. Maka dengan itu nama-nama Allah sangat mustajab jika didahulukan sebelum berdoa.

04.Doa tahiyat akhir, iaitu  
“Allahumma ‘auzubika min ‘azaabi jahannam, wa ‘auzubika min ‘azaabil qabri, wa ‘auzubika min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid dajjal”, maksudnya:

“Ya Allah ya tuhanku, aku berlindung dengan-Mu dari seksa Jahanam, dan aku berlindung denganMu dari seksa kubur, dan aku berlindung dengan-Mu dari fitnah orang yang hidup atau mati, dan aku berlindung denganMu dari fitnah al-Masih Dajjal”

Sungguh jika kita lihat secara teliti, dan kita pelajari dengan minda dan hati yang terbuka, kita akan dapati terlalu banyak doa dan amalan yang membawa kepada mustajabnya doa kita. Andai kita cuba beramal dengan semuanya, nescaya kita tidak akan mampu untuk beristiqamah dengannya. Kerana itu kita katakan bahawa ibadah baginda s.a.w. adalah ibadah yang paling sempurna.
Penulis mengharapkan agar kita semua dapat berbalik kepada keindahan sunnah nabi s.a.w., dan kembali mengikuti cara dan saranan baginda di dalam beribadah, agar doa kita tergolong di dalam doa-doa yang mustajab.



Artikel iluvislam.com

Penulis
Mohd Kasim

Saturday, 16 November 2013

Amalan zikir untuk awet muda dan cantik berseri

Kita boleh amalkan kesemua cara-cara di bawah ataupun boleh amalkan 1 cara sahaja, asalkan kita istiqamah mengamalkannya.


Cara 1:
Dilakukan selepas solat Isyak

·         ambil air segelas
·         baca al-Fatihah sekali
·         Ayatul Qursi sekali
·         Surah Al-Waqiah ayat 35-38 sebanyak 7 kali.
·         Tiup dalam air dan minum. Niat dlm hati utk menjaga kecantikan diri & utk kebahagiaan rumahtangga.
Surah al-waqiah ayat 35 -38

Cara 2:
Zikir di bawah dibaca untuk kita sentiasa kelihatan berseri, awet muda luaran dan dalaman, amalkan membaca zikir dengan cara seperti berikut :
  • Baca ” Ya Badiyah ” 1 x
  • Baca ” Ya Nur ” 1x
  • Baca ” Ya Hadi ” 1 x
  • Baca ” Ya Allah ” 3x
Baca zikir di atas dan tiup ke tapak tangan, kemudian sapu ke muka kita. Lakukan setiap hari.

Cara 3:
  Amalkan membaca ayat2 seperti berikut ;
  • Baca ayat ke 35, 36, 37 dan 38 dari surah al-Waqiah pada tiap selepas solat subuh.
  • Selepas baya ayat2 ini, hembuskan pada air dan kemudian minum air tersebut.
Kaedah ini diamalkan supaya kelihatan cantik, muda dan bertenaga luar dan dalam.

SUMBER

Copyright @ 2013 Amalan Di Dunia..